Video Kiat-kiat Membangun Keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah 2

Spread the love

Pengertian keluarga berencana sakinah, mawadah,
warahmah dapat dij elaskan sebagai berikut: keluarga yang
dibangun dengan niat dan perencanaan yang matang berdasar
atas apa yang tertulis dalam Al-Qur’an dan petunjuk Rasulullah
Muhammad Saw. Yaitu keluarga yang saling mencintai dan
mengasihi, penuh pengertian, dan selalu mendukung satu sama
lain untuk mencapai tujuan dan hanya mengharap ridho Allah
semata.
Membangun keluarga berencana tentu didahului dengan
pernikahan/perkawinan. Perkawinan adalah impian dan harapan
setiap insan, karena dengan adanya perkawinan terbentuklah
rumah tangga sebagai tempat memperoleh kebahagiaan dan
kenikmatan hidup untuk menghadapi kesulitan yang ditemui
sehari-hari atau di saat menerima kesenangan telah ada tempat
mencurahkan isi hati.
Setiap pasangan suami istri yang telah memasuki gerbang
kehidupan rumah tangga, tentu bermaksud membentuk keluarga
bahagia, sejahtera lahir dan batin. Tujuan tersebut, sebagaimana
dinyatakan dalam Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974, bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria
dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga
(rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan
Yang Maha Esa. Kemudian dari keluarga seperti ini kelak akan
terwujud masyarakat yang rukun, damai, adil, dan makmur, baik
secara material maupun spiritual.
“Istilah sakinah digunakan Al-Qur’an untuk menggambarkan
kenyamanan keluarga. Istilah ini mempunyai akar kata yang sama dengan
“sakanun” yang berarti tempat tinggal. Bisa disimpulkan bahwa istilah
tersebut digunakan Al-Qur’an untuk menyebut tempat berlabuhnya
setiap anggota keluarga dalam suasana yang nyaman dan tenang,
sehingga menjadi lahan subur untuk tumbuhnya cinta kasih (mawadah
warahmah) di antara sesama anggota keluarga.”
Lebih lanjut dapat dipahami pengertian masing-masing
kata sakinah, mawadah, warahmah sebagai berikut:
Pengertian sakinah: sakinah menurut bahasa berarti
kedamaian, ketenteraman, ketenangan, dan kebahagiaan. Dalam
sebuah pernikahan, pengertian sakinah berarti membina atau
membangun sebuah rumah tangga yang penuh dengan kedamaian,
ketenteraman, ketenangan, dan kebahagiaan.
Pengertian mawadah: mawadah menurut bahasa berarti
cinta atau harapan. Dalam sebuah pernikahan, cinta adalah hal
penting yang harus ada dan selalu ada pada sebuah pasangan
suami istri. Mawadah juga berarti selalu mencintai, baik di kala
senang maupun susah.
Pengertian warahmah: warahmah memiliki kata dasar
rahmah yang artinya kasih sayang dan kata wa, di sini hanya sebagai
kata sambung yang maknanya dan. Di dalam sebuah keluarga
kasih sayang adalah hal penting yang harus ada dan selalu dij aga
agar impian menjadi keluarga bahagia bisa tercapai.
Jika kita gabung arti sakinah, mawadah, warahmah berarti
keluarga yang selalu diberikan kedamaian, ketenteraman, penuh cinta, dan kasih sayang. Pasti semua keluarga mendambakan
ingin menjadi keluarga yang seperti itu. Kunci utama untuk
mendapatkan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah
adalah meluruskan niat kita berkeluarga karena ingin mendapat
ridho dari Allah Swt. Banyak orang yang berkeluarga dengan niat
yang kurang lurus, sehingga keluarga yang dibina akan menjadi
keluarga yang kurang bahagia.
Allah Swt telah memberikan seperangkat aturan yang
lengkap untuk digunakan manusia dalam seluruh aspek
kehidupannya. Islam telah memberikan gambaran yang paling
indah mengenai keluarga yang bahagia. Dalam Islam keluarga
dibangun sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh
syariat, yakni dalam rangka beribadah kepada Allah Swt, menjaga
kehormatan, melahirkan keturunan, dan mempererat silaturahmi.
Hakikat kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga dalam
Islam bukanlah pada banyaknya materi, melainkan pada sejauh
mana keluarga tersebut senantiasa terjaga dalam iman dan takwa
kepada Allah Swt.
Islam telah memberikan proporsi tugas dan fungsi masingmasing anggota keluarga yang harmonis, diliputi suasana iman,
takwa, dan bahagia. Suami sebagai kepala keluarga, pemimpin
keluarga dan wajib memberikan naĤ ah pada istri dan anaknya.
Sementara itu istri memiliki tugas utama sebagai ibu dan pengatur
rumah tangga. Sebagai anak bertugas untuk berbuat baik, patuh,
dan taat kepada orang tua selagi orang tua memberikan perintah
dan nasihat yang baik dan benar.
Kewajiban kita sebagai manusia marilah menyamakan
langkah dalam beramar makruf nahi mungkar berjuang
mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,
melahirkan keturunan yang saleh dan mandiri. Insya Allah,
sekalipun perjuangan terasa berat, tapi kita akan menuai hasil
di dunia dan membahagiakan di akhirat. Semoga kita dapat mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera untuk selamalamanya. Amin.
Alhamdulillah, menurut Ustadz Yusuf Mansur pengertian
keluarga sakinah didapat beberapa kesimpulan yang dapat
sebagai pelajaran yang sederhana, mudah dan seharusnya dapat
dilakukan oleh kita semua untuk memperoleh keluarga sakinah,
keluarga bahagia sejahtera untuk menuju keluarga sakinah,
mawadah, warahmah tersebut pembelajaran tersebut dapat kita
lakukan antara lain:
1. Selalu ingat kepada Allah, dengan memperbaiki salat,
berzikir, berpikir, dan beramal
Salat seharusnya bisa menjadi jalan bagi solusi rohaniyah,
jasmani, sekaligus fi nansial kita. Bagi lelaki salat tepat waktu
dan berjamaah di masjid/musala sudah menjadi keharusan
dan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) yang harus dij aga dan
menjadi budaya. Insya Allah banyak manfaat yang kita dapat.
Terlalu banyak yang harus ditulis mengenai manfaat ini, intinya
coba dan yakini hasilnya. Lakukan semaksimal kita bisa. Insya
Allah manfaat akan kita rasakan.
Selain itu tambahkan salat-salat sunah seperti Rawatib
(Qobliyah atau Ba’diyah selepas salat wajib), salat Dhuha, salat
Tahajud, salat hajat, dan lainnya. Untuk wanita atau istri dengan
membangunkan suami untuk salat berjamaah sudah termasuk
dalam hal ini. Pahala dan manfaatnya sama.
2. Mencintai Rasulullah dan menjalankan sunahnya
Tentunya dengan menjalankan apa yang dilakukan oleh
Rasul, insya Allah keluarga sakinah yang kita impikan dapat
kita raih. Amalan-amalan sunah seperti salawat, membaca AlQur’an, mencari ilmu, dan lain sebagainya sudah barang tentu
menjadi hiasan di rumah kita.

Demikianlah kesimpulan sederhana yang diambil dari audio
fi le Ustadz Yusuf Mansur tersebut. Masih banyak kekurangannya
bila belajar salat tidak dengan praktik. Selanjutnya menjalankan
sunah dan mempelajari sunah Rasul merupakan amalan yang
sangat dianjurkan. Mendengarkan gaya Ustadz Yusuf Mansur
bertutur dan bercerita jauh dari kesan menggurui membuat
kita mudah mencerna nasihat-nasihatnya dalam menjalankan
sunah Rasul.
3. Perbanyak sedekah
Sedekah yang mempunyai dimensi pribadi dan sosial
merupakan solusi untuk keluarga sakinah. Intinya dengan
banyak berbagi ketenangan hati dapat dimiliki serta janji bahwa
apa yang kita berikan akan mendapatkan reward 10 kali lipat
atau lebih pasti akan kita dapatkan. Janji-Nya tidak pernah
dipungkiri. Sesungguhnya pekerjaan rumah terbesar kita
adalah sejauh mana meyakini janji-janji-Nya.
4. Lihat ke bawah ketika berjalan, jangan terlalu banyak lihat
ke atas
Jangan terlalu banyak melihat kelebihan orang lain,
kekayaan orang lain, atau status orang lain yang lebih tinggi.
Lihatlah sekeliling kita yang lebih kekurangan dari kita.
Sehingga timbul rasa syukur dan tenang dalam hati kita.
Biasakan berbagi menjadi sikap hidup kita bersama.
5. Terus-menerus belajar sampai meninggalkan dunia fana
Belajar dari pengalaman hidup masa lalu, akan
menambah wawasan dan ide-ide cemerlang yang dapat
dilakukan oleh setiap orang, sehingga akan mengantarkan kita
menuju hidup sukses baik di dunia sampai di akhirat kelak.

Tag ,

1 tanggapan pada “Video Kiat-kiat Membangun Keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah 2

  1. Many times they are listed at the very top of final results.

    Software usually comes with your personal computer when you
    purchase it. This makes video marketing today a remarkably wise investment of your advertising dollars. https://918kiss.poker/downloads

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: