Pasar Winong, Bangleyan dan Glonggong

Spread the love

Kali ini saya mengajak pembaca untuk melihat daerah tempat tinggal saya. Jauh di pelosok kota Pati. Sekitar belasan kilometer dari kota Pati inilah saya lahir dan besar. Kecamatan Winong, Jakenan dan Gabus adalah sekian kecamatan yang sering saya lewati saat pulang kampong. Ada banyak hal yang berubah tapi di lain hal ada juga yang masih tetap seperti waktu saya kecil.Adalah pasar tradisional, tempat yang menjadi pusat ekonomi dan perdagangan berbagai kebutuhan rumah tangga masyarakat. Ciri khas pasar tradisional adalah negosiasi transaksi dan lokasinya. Secara umum tawar menawar dalam jual beli adalah hal lumrah di pasar tradisional walaupun ada juga penerapan harga tetap. Lokasi pasar tradisional umumnya terletak apa adanya dan batas yang tidak jelas. Bahkan jika lokasi tidak mampu menampung maka ada perluasan area pasar secara otomatis dengan memakai bahu jalan atau halaman rumah.Ada tiga pasar di daerah Pati selatan yang mempunyai nasib berbeda. Yaitu pasar Winong, Pasar Bangleyan dan Pasar Glonggong. Pasar Bangleyan, pasar yang tinggal kenangan. Pasar ini secara nama masih dikenal tapi secara defacto sudah mati. Nama pasar ini sering disebut hanya untuk penunjuk alamat. Nyatanya hanya tinggal berdiri kios-kios kecil di pinggir jalan yang mencoba untuk bertahan hidup dengan mengandalkan lokasinya yang berada di pingir jalan kecamatan. Kios-kios ini terletak di area yang menutupi lokasi pasar yang sesungguhnya. Dan ada beberapa kios yang berada di sisi lain seberang jalan yang juga kondisinya hamper sama. Entah suatu saat nanti pasar ini hidup kembali atau hanya tinggal kenangan saja hanya Tuhan yang tahu.Pasar Winong. Pasar ini telah berubah wajah menjadi menarik dengan tampilan baru pembangunan kios di depan pasar. Pasar ini terletask di pertigaaan jalan kecamatan tiga jurusan yaitu Pucakwangi, Jakenan dan Gabus. Secara umum tidak banyak perkembangan dari pasar ini. Ada beberapa kemajuan tapi di sisi yang lain juga ada kemunduran. Beberapa hal yang turut menyurutkan pasar Winong antara lain direlokasinya pasar hewan ke desa bumiharjo dan matinya terminal winong. Setidaknya pasar ini masih bisa bertahan di tengah tengah menjamurnya kios dan minimarket di kecamatan winong.Yang ketiga adalah pasar Glonggong. Pasar ini relative kecil dibanding pasar Winong. Terletak di pertigaan desa Glonggong yang cukup ramai apalagi setelah dibangunnya jembatan Sampang. Jembatan sampang yang tadinya adalah jembatan gantung yang kecil yang hanya bisa dilewati motor satu arah sekarang menjadi jembatan besar yang bisa dilalui mobil dua arah. Dengan dibukanya jembatan ini akses dari dank e kota pati untuk warga kabupaten pati selatan menjadi lebih mudah. Inilah salah satu factor yang turut memberikan pengaruh strategisnya desa Glonggong sehingga potensi pasar Glonggong bisa berkembang lebih besar lagi. Saat ini mungkin kondisi pasar masih kecil dan belum tertata karena belum ada lahan untuk menampung tapi di kemudian hari jika dikelola dengan baik pasar ini bisa berkembang dan menjadi penghidupan masyarakat sekitarnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *